Sunday, September 18, 2011

SEX EDUCATION ITU SUPER PENTING!!!

Aneh rasanya kalau proposing dimasukkannya Sex Education di sekolah dan ditentang. Mereka pikir, Sex Education adalah mengenai hal taboo yang seharusnya nggak dibicarakan. Toh murid bisa langsung tahu dengan sendirinya tanpa harus diajarin. Kenapa harus menambah pengetahuan mereka dengan ngajarin pendidikan sex?
Banyak orang salah kaprah mengenai pendidikan seks. Mereka selalu mengasosiasikannya dengan pendidikan bagaimana cara having sex. No, that’s definitely not about having sex. Pendidikan sex disini adalah mengajarkan bahayanya hubungan sex tanpa pengaman, penyakit sex yang bisa didapat dari kegiatan berganti pasangan, dan lainnya.
Remaja dan serbuan hormon yang mereka miliki bisa dibilang api membara. Video porno adalah bensin untuk mereka. Biarkan mereka menonton video porno berarti membiarkan mereka menyiram bensin ke api. Sedangkan memasukkan pendidikan seks ke kurikulum berarti melengkapi mereka dengan APAR yang sesuai sehingga kobaran api tersebut bisa dipadamkan sewaktu – waktu.
Remaja putri patut sadar akan tingginya nilai ‘jual’ mereka. Pada akhirnya, mereka sendiri yang akan dirugikan dari hubungan sex di luar nikah, apalagi di usia dini seperti SMP dan SMA. Harus mengandung selama 9 bulan, bertanggung jawab dengan anak di usia dimana seharusnya mereka masih mendapat kesempatan belajar, dan bahkan resiko ditinggalkan oleh suami.
Semua kembali ke sekolah. Mau nunggu kobaran demi kobaran api merusak generasi dimana masa depan Indonesia bergantung, atau bertindak tegas meskipun melawan arus deras atas nama moral?
Kenapa di sekolah? Karena setiap dari kita pasti menyadari, topik sex ini masih sangat taboo untuk dibicarakan di tengah keluarga. Meskipun teorinya, keluarga adalah tempat dimana semua pendidikan ini harusnya diberikan. Tapi karena kecenderungan akan terjadinya situasi canggung masih besar, kenapa nggak diberikan di sekolah?
Pergeseran perilaku di kalangan pelajar SLTA/SLTP (bdsk penelitian) juga berakibat kepada semakin banyaknya pelajar putra dan putri yang mengalami INFEKSI pada ALAT REPRODUKSInya bahkan sampai mengakibatkan KEMATIAN. Hal ini dikarenakan kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi (BKKBN)
Setiap remaja berhak atas informasi edukatif mengenai SEX dan akibatnya seperti penyakit kelamin macam gonorrhea, AIDS, HIV, syphillis, kehamilan di usia muda, serta aborsi.. 
saya yakin Tuhan tau niat saya baik.. saya belajar dari pengalaman dan saya akan mulai berjuang supaya pendidikan di Indonesia mau menaruh perhatian pada sex education ini..

No comments:

Post a Comment

Please drop your comment here!! Thanks :D